Rabu, 04 Maret 2009

Membela? Ndak Juga Bro

Tidak !!! blog ini bukan untuk membela siapa2, apalagi menghalang2i proses hukum yang sedang berjalan. Tapi bukankah lebih baik, jika kita bisa lebih arif dan tidak saja melihat sisi "dugaan korupsi" yang dituduhkan ke AHJ dan melupakan track record baiknya, apalagi kemudian ditanggapi dengan cacian yang justru memperlihatkan rendahnya etika bangsa ini?.

Korupsi ya tetap korupsi dan harus dihukum, hanya orang ndak maju yang gak spakat dengan ini. Bangsa ini butuh penegakan hukum bro, bukan cacian membabi buta yang tidak ada gunanya. Masalahnya sekarang upaya perimbangan berita dong !!!, jangan2 masyarakat hanya dibutakan dengan 'ketangkap basahnya' AHJ, ternyata dibalik itu semua ada kasus yang lebih besar?

Saya yakin kita semua tidak ingin hanya menjadi pecundang yang terus-menerus menjadi objek permainan politik kekuasaan, karakternya jelas bro, masyarakat kita terlalu 'terkecoh' dengan permainan sinetron tingkat kacangan dan terlalu melebih2kan menanggapi adegannya. Sampe2 marah, menangis, tertawa hanya karena menonton "Cinta Fitri". Sementara 'Si Encep' sebagai sutradaranya apalagi si 'Punjabi' sebagai produsernya gak pernah dikenal, apalagi ditangisi.

Betul bos, karena nila setitik susu sebelanga gak ada arti, masalahnya sapa yang meneteskan nila itu? pemilik susu? atau musuh dari pemilik susu? pesaing? atau orang iseng?

Ya sudahlah nanti dibilang pembelaan lagi, hehehehe
PISS !!!

2 komentar:

DSusetyo mengatakan...

ya sudah. kita tunggu saja. Mudah2an hukum bisa ditegakkan.karena jika tak "disini" pasti "disana" akan datang keadilan.

Hanya memang disayangkan, seorang anggota DPR mau disuruh jadi perantara penerima uang. Jangankan menerima, berpikir untuk menerima pun seharusnya tidak.
Korupsi itu sama dengan zina, mendekatinyapun jangan!

A | Kha mengatakan...

Boleh saja pemilik blog ini mengatakan tidak membela. Tapi siapapun yang membaca blog ini akan menganggap demikian. Coba saja lihat dari tulisan2, kutipan2 yang ada. Semua ditujukan untuk membela.

OK.. katakanlah AHD tidak menginginkan korupsi, tapi intinya dan yang kelihatan bahwa dia sudah bermain api. Ya.. kebetulan saja lagi apes. he he...

Persoalan apa yang sudah dilakukan di Sulsel, tidak ada orang yang mgkn bisa membantah. Tetapi jika memang beliau terbukti nanti, sekali lagi terbukti, maka apa yang sudah dilakukannya, tidak membuatnya kebal di mata hukum. Sebagaimana bahwa tindakan korupsi yang dilakukannya (sekali lagi kalau terbukti), tidak lah membuat rakyat akan melupakan apa yang sudah dilakukannya dalam membantu pembangunan di SUlSel. Adil kan?

O iya, sekadar info, saya tidak berasal dari partai manapun. Sudah 2 pemilu saya GOLPUT. Keyakinan yang saya anut ttg demokrasi ada di sini: http://tebar-cahaya.blogspot.com . Jadi komentar saya juga tidak ada tendensi politik atau apaun